Duck hunt
2026-01-08 22:42

Indahnya Bulan Suci Romadhon

Allah Subhanahu Wa Ta‘ala berfirman :

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﻛُﺘِﺐَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻛَﻤَﺎ ﻛُﺘِﺐَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”. (Q.S. Al-Baqoroh: 183).

Perjalanan hidup manusia di dunia adalah merupakan waktu yang terus berjalan, dan kelak nanti akan ada pertanggungjawaban di akhirat, untuk apa waktu yang disediakan dalam hidup dipergunakan? Dan Allah Subhanahu Wa Ta‘ala banyak bersumpah dalam kitab- Nya dengan menggunakan waktu; seperti yang banyak termaktub dalam Juz 30, disitu Allah Subhanahu Wa Ta‘ala bersumpah dengan waktu-waktu yang biasa demi dilalui oleh manusia. Secara umum Allah Subhanahu Wa Ta‘ala menyebutkan; Demi masa (surat Al-Asr), dan secara khusus Allah menyebutkan demi waktu Fajar (surat Al-Fajr), demi waktu Dhuha (surat Ad-Dhuha), demi waktu malam dan demi waktu siang (surat Al-Lail) dan lain-lainnya. Tentunya sumpah tersebut mengisyaratkan akan pentingnya waktu yang harus diperhatikan oleh manusia dan kesempatan emas untuk dipergunakan sebaik-baiknya sehingga tidak menjadi orang yang merugi.

Allah Subhanahu Wa Ta‘ala berfirman :

ﻭَﺍﻟْﻌَﺼْﺮِ . ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥَ ﻟَﻔِﻲ ﺧُﺴْﺮٍ . ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﻭَﺗَﻮَﺍﺻَﻮْﺍ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﺗَﻮَﺍﺻَﻮْﺍ ﺑِﺎﻟﺼَّﺒْﺮ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati supaya menta'ati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (Q.S. Al-'Ashr: 1-3).

Jadi inti terhindar dari kerugian terhadap waktu yang disediakan adalah iman dan amal sholih.

Syukur alhamdulillah kita masih sempat menemui Romadhon dan semoga kita semua dapat berpuasa sesuai dengan perintah Allah Subhanahu Wa Ta‘ala, dan menjadikannya waktu dan kesempatan berharga untuk memperbanyak ibadah, 'amal sholih dan aktivitas lainnya untuk mendapatkan ridho Allah Subhanahu Wa Ta‘ala.

Kita tentunya merindukan kehadiran bulan Romadhon sebagaimana rindunya Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam dengan bulan ini. Kita tentunya bahagia dengan hadirnya bulan Romadhon sebagaimana Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bahagia menyambut bulan ini. Begitupun tentunya kita sangat senang dengan bulan Romadhon yang kita jelang, sebagaimana Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam sangat senang ketika bulan Romadhon akan dijelang. Oleh karena itulah, sejak bulan Rajab, Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam mulai banyak membaca doa :

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺑَﺎﺭِﻙْ ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺭَﺟَﺐٍ ﻭَﺷَﻌْﺒَﺎﻥٍ ﻭَﺑَﻠِّﻐْﻨَﺎ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ

“Ya Allah berkahilah hidup kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikanlah usia kami hingga bulan Romadhon”.

Dan ketika menyambut terbitnya bulan sabit saat memasuki bulan Romadhon, Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam berdoa pula :

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻫْﻠِﻠْﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺑِﺎْﻷَﻣْﻦِ ﻭَﺍْﻹِﻳْﻤَﺎﻥِ ﻭَﺍﻟﺴَّﻼَﻣَﺔِ ﻭَﺍْﻹِﺳْﻼَﻡ ﺭَﺑِّﻲْ ﻭَﺭَﺑُّﻚَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻫِﻼَﻝَ ﺭُﺷْﺪٍ ﻭَﺧَﻴْﺮٍ

“Ya Allah, terbitkanlah (dan tampakkanlah) hilal kepada kami (diiringi) dengan keberkahan dan keimanan serta keselamatan dan keislaman, (jadikanlah dia) sebagai hilal kebaikan dan petunjuk, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah”. (At-Tarmidzi (9/142), Imam Ahmad (1/162), Ad-Darimi (2/7) dan lain-lain, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani Rohimahullah dalam Shahih Al-Wabilush Shayyib, hal. 220).

Selama Romadhon, Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam senantiasa memperbanyak ibadah dan 'amal kebajikan, termasuk infaq, sedekah dan menyantuni fakir miskin. Dengan demikian, Romadhon membawa berkah berupa peningkatan nilai keislaman, kekuatan iman dan keamanan, serta merebaknya kedermawanan.

Bulan Romadhon dengan banyak keistimewaannya telah banyak kita dengar dan ketahui, nama yang tidak asing bagi umat Islam. Sayyidus suhur (penghulu bulan-bulan) adalah merupakan julukan yang sangat indah, bulan Nudzulul Qur'an, bulan tarbiyah, bulan tarqiyah (peningkatan) taqwa dan 'amal ibadah, sebagaimana bulan ini memiliki banyak gelar sesuai dengan fungsi dan peranannya. Antara lain : Syahrul Barokah (bulan penuh kenikmatan dan limpahan karunia), Syahrul Najah (bulan kemenangan dan pelepasan dari adzab neraka), Syahrul Juud (bulan kemurahan), Syahrul Muwasah (bulan kepedulian dan memberi pertolongan kepada yang membutuhkan), Syahrul Rohmah (bulan penuh Rahmat Allah Subhanahu Wa Ta‘ala), dan julukan-julukan indah lainnya.

Namun dari sekian banyak keistimewaan dan keutamaannya, sangat sedikit dari umat Islam yang belum menyadarinya, atau mungkin mereka sadar tapi belum menyentuh lubuk hati mereka sehingga saat Romadhon tiba, tidak ada raut wajah yang sumringah atau bergembira menyambutnya. Mengikuti 'amaliyah Romadhon sebagai kegiatan ritual saja, sekedar melepas dan menggugurkan kewajiban atau sekedar adat (kebiasaan) yang sudah biasa dilakukan setiap tahun, sehingga setiap kali selesai bulan Romadhon kepribadian seseorang tidak meningkat dan berubah, tetap seperti yang lama, yang berubah hanyalah umurnya saja, setiap hari terus bertambah.

Insya Allah, Kami mencoba menghadirkan kajian sederhana, yang berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan 'amaliyah Romadhon, yang diberi tema “Menjadi hamba 'ROBBANI' bukan sekedar 'ROMADHONI'”. Dengan maksud bahwa ketika memasuki bulan ini kita dapat menjadi hamba yang benar-benar mengabdikan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta‘ala, ta'at dan patuh kepada perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, benar-benar menjadi hamba robbbani bukan hanya romadhoni, yang tidak hanya sekedar melewati bulan Romadhon sebagai ritual tahunan tanpa makna, tidak hanya mengubah perilaku makan, menahan haus dan lapar disiang hari tanpa hasil yang berharga, melakukan tarawih dimalam harinya, dan aktivitas ritual lainnya yang ada dalam bulan Romadhon tanpa ada perubahan dalam diri secara maksimal, namun berusaha untuk mengambil hikmah yang terkandung dalam segala aktivitas, ibadah dan 'amaliyah di bulan tersebut sehingga mendapatkan derajat yang paling mulia disisi Allah; yaitu Taqwa.

Karena itulah agar puasa tidak sia-sia, sebelum memasuki bulan Suci Romadhon, maka hendaknya melakukan persiapan diri dengan cara :

1. Persiapan Ruhiyah; dengan cara membersihkan hati dari penyakit aqidah sehingga melahirkan niat yang ikhlas.

2. Persiapan Fikriyah; melalui pembekalan diri dengan ilmu Agama terutama yang terkait secara langsung dengan 'amaliyah dan ibadah di bulan Romadhon.

3. Persiapan Jasaddiyah; dengan menjaga kesehatan badan, menciptakan kebersihan lingkungan serta mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan teratur.

4. Maliyah; dengan menyiapkan diri menabung dan menyisihkan sejumlah dana untuk memperbanyak infaq, memberi ifthar kepada orang lain dan membantu orang yang membutuhkan.

Agar kelak menjadi hamba rabbani baik qobla (sebelum), atsna’a (pada saat) dan ba’da (setelah) Romadhon.

Namun menjadi hamba robbani tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan, perlu waktu, tenaga dan usaha terutama ilmu dan pengetahuan, karena setiap 'amal ibadah harus dilandasi dengan ilmu pengetahuan agar tidak terjerumus pada taklid, karena itupula Allah Subhanahu Wa Ta‘ala berfirman :

ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻛُﻮﻧُﻮﺍ ﺭَﺑَّﺎﻧِﻴِّﻴﻦَ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﻌَﻠِّﻤُﻮﻥَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﻭَﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﺪْﺭُﺳُﻮﻥَ

“…Hendaklah kamu menjadi orang-orang robbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”. (Q.S. Ali-'Imron: 79).

Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

ﻟَﻮْ ﺗَﻌْﻠَﻢُ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻣِﻦْ ﺧَﻴْﺮٍ ﻟَﺘَﻤَﻨَّﻮْﺍ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﻛُﻠِّﻬَﺎ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ

”Andaikan umatku mengetahui apa yang ada dalam Romadhon, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus”. (HR. Ibnu Khuzaimah).

ﺗُﻔَﺘَّﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐَﻠَّﻖُ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ، ﻭَﻳُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻭَﻳُﻨَﺎﺩِﻱ ﻓِﻴﻪِ ﻣُﻨَﺎﺩٍ ﻛُﻞَّ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﻳَﺎ ﺑَﺎﻏِﻲَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻫَﻠُﻢَّ، ﻭَﻳَﺎ ﺑَﺎﻏِﻲَ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ﺍﻗْﺘَﺼِﺮ

“Bulan Romadhon; didalamnya pintu Surga dibuka, pintu Neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu, didalamnya pada setiap malamnya ada seruan; wahai para pencari kebaikan marilah kemari, dan wahai para pelaku kejahatan berhentilah” (Thabrani).

“(Mereka berdo'a): Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”. (Q.S. Ali-'Imron: 8).

Wallahu A'lam Bishshowab

Sumber :
al-ikhwan.net oleh Abu ahmad

Sumber aktif :
http://alkhawarizmi.or.id/artikel/indahnya-bulan-ramadhan/



1
391
Back